SEJARAH PROMOSI KESEHATAN

 


A. Pengertian Promosi Kesehatan

Promosi kesehatan adalah proses yang memungkinkan individu dan masyarakat meningkatkan kemampuan untuk mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatannya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), promosi kesehatan merupakan proses pemberdayaan masyarakat agar mampu memelihara dan meningkatkan kesehatannya.

Promosi kesehatan tidak hanya berfokus pada perubahan perilaku individu, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan melalui kebijakan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

 

B. Sejarah Perkembangan Promosi Kesehatan di Dunia

1. Era Pendidikan Kesehatan (Health Education)

Pada awal abad ke-20, upaya peningkatan kesehatan masyarakat lebih dikenal sebagai pendidikan kesehatan (health education). Fokus utama pada masa ini adalah memberikan informasi kepada masyarakat mengenai penyebab penyakit dan cara pencegahannya.

Kegiatan pendidikan kesehatan dilakukan melalui penyuluhan, kampanye kesehatan, poster, dan media informasi lainnya. Pada masa ini masyarakat dianggap sebagai penerima informasi yang diharapkan akan mengubah perilakunya setelah mendapatkan pengetahuan kesehatan.

2. Laporan Lalonde Tahun 1974

Perkembangan penting dalam promosi kesehatan dimulai ketika pemerintah Kanada menerbitkan "Lalonde Report" pada tahun 1974. Laporan ini menyatakan bahwa kesehatan dipengaruhi oleh empat faktor utama:

  • Biologi manusia
  • Lingkungan
  • Gaya hidup
  • Pelayanan kesehatan
  1. Membangun kebijakan publik yang berwawasan kesehatan.
  1. Menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan.
  1. Memperkuat aksi masyarakat.
  1. Mengembangkan keterampilan individu.
  1. Mengarahkan kembali pelayanan kesehatan.
  • Adelaide (1988): Kebijakan publik sehat.
  • Sundsvall (1991): Lingkungan yang mendukung kesehatan.
  • Jakarta (1997): Promosi kesehatan memasuki abad ke-21.
  • Mexico (2000): Penguatan komitmen global.
  • Bangkok (2005): Tantangan globalisasi terhadap kesehatan.
  • Shanghai (2016): Hubungan promosi kesehatan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
  • Aktivitas fisik teratur.
  • Konsumsi buah dan sayur.
  • Pemeriksaan kesehatan berkala.
  • Tidak merokok.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  1. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat.
  1. Mendorong perubahan perilaku hidup sehat.
  1. Mencegah terjadinya penyakit.
  1. Mengurangi biaya pengobatan.
  1. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
  1. Mendukung pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.
DAFTAR PUSTAKA

Laporan Lalonde mengubah pandangan bahwa kesehatan tidak hanya ditentukan oleh pelayanan kesehatan, tetapi juga oleh perilaku dan lingkungan.

3. Konferensi Alma-Ata Tahun 1978

Pada tahun 1978 diselenggarakan Konferensi Internasional tentang Pelayanan Kesehatan Primer di Alma-Ata, Kazakhstan. Konferensi ini menghasilkan deklarasi "Health for All" atau Kesehatan untuk Semua.

Deklarasi Alma-Ata menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan kesehatan dan menjadi dasar bagi pendekatan promosi kesehatan modern.

4. Piagam Ottawa Tahun 1986

Tonggak utama perkembangan promosi kesehatan adalah Konferensi Internasional Promosi Kesehatan Pertama di Ottawa, Kanada pada tahun 1986 yang menghasilkan Ottawa Charter for Health Promotion.

Piagam Ottawa menetapkan lima strategi utama promosi kesehatan:

Piagam Ottawa menjadi landasan utama pelaksanaan promosi kesehatan di berbagai negara hingga saat ini.

5. Konferensi-Konferensi Promosi Kesehatan Selanjutnya

Setelah Ottawa Charter, berbagai konferensi internasional terus memperkuat konsep promosi kesehatan, antara lain:

 

C. Sejarah Perkembangan Promosi Kesehatan di Indonesia

1. Masa Penyuluhan Kesehatan

Pada awal perkembangannya, kegiatan promosi kesehatan di Indonesia lebih dikenal sebagai penyuluhan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit menular, sanitasi, gizi, dan kebersihan lingkungan.

2. Perubahan Menjadi Pendidikan Kesehatan

Pada tahun 1970-an hingga 1980-an, istilah penyuluhan kesehatan berkembang menjadi pendidikan kesehatan. Fokusnya tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membentuk perilaku hidup sehat masyarakat.

3. Perkembangan Menjadi Promosi Kesehatan

Sejalan dengan perkembangan global, Indonesia mulai mengadopsi konsep promosi kesehatan pada tahun 1990-an. Pendekatan yang digunakan tidak hanya pendidikan kesehatan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan penciptaan lingkungan yang mendukung kesehatan.

Departemen Kesehatan kemudian membentuk program-program promosi kesehatan yang terintegrasi dalam pelayanan kesehatan primer.

4. Era GERMAS

Saat ini promosi kesehatan semakin diperkuat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Program ini bertujuan membangun budaya hidup sehat melalui:

GERMAS menjadi salah satu strategi nasional untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

 

D. Pentingnya Promosi Kesehatan

Promosi kesehatan memiliki peran penting dalam pembangunan kesehatan karena:

Melalui promosi kesehatan, masyarakat menjadi lebih mandiri dalam menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungannya.

Promosi kesehatan merupakan upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan individu dan komunitas. Perkembangan promosi kesehatan diawali dari konsep pendidikan kesehatan, kemudian berkembang melalui berbagai peristiwa penting seperti Laporan Lalonde, Deklarasi Alma-Ata, dan Ottawa Charter.

Di Indonesia, promosi kesehatan berkembang dari penyuluhan kesehatan menjadi pendekatan yang lebih komprehensif melalui pemberdayaan masyarakat dan program GERMAS. Dengan promosi kesehatan yang efektif, masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga dan meningkatkan kesehatannya.

 

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2023. Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: Kemenkes RI.

Notoatmodjo, S. 2018. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

World Health Organization (WHO). 1986. Ottawa Charter for Health Promotion. Geneva: WHO.

World Health Organization (WHO). 2023. Health Promotion Overview. Geneva: WHO.

 

Komentar